Categories Headline

Diiming-imingi Pengurusan Visa ke Australia, Guru Agama di Lombok Barat Tertipu Puluhan Juta 

LOMBOK BARAT, Thentbnews. com- Olivia Dwi Putri, seorang guru agama di Kediri, Lombok Barat mengaku tertipu puluhan juta rupiah. Dia melaporkan dugaan penipuan itu ke Polsek Kediri, Lombok Barat Selasa (20/1/2026). Olivia mengaku ditipu oleh Dian (WNI asal Lombok Timur) yang saat ini mengaku berada di Australia.

Peristiwa bermula ketika Olivia mengenal Dian melalui temannya pada 2024. Dian mengaku bisa menguruskan Surat Dukungan Untuk Work and Holiday Visa (SDUWHV) di Kantor Imigrasi. Untuk hal ini, Olivia diminta mentransfer uang senilai Rp 55 juta.

“Namun saya hanya menyanggupi Rp 10 juta dan langsung mengirim ke nomor rekening BRI atas nama Baiq Sartika Pebriyanti atas permintaan Dian melalui komunikasi Whatsapp,” ujar Olivia saat ditemui di Kantor Polsek Kediri.

Namun belakangan, Olivia tidak kunjung menerima SDUWHV sebagaimana yang dijanjikan. Terlebih, dia berencana segera ke Australia. Awalnya, Olivia terus berharap dan kerap dijanjikan. Hingga akhirnya, dia mendengar informasi terkait sejumlah orang yang berurusan dengan Dian.

“Ternyata korbannya tidak saya sendiri. Ada banyak lagi selain saya,”ujarnya

Inilah bukti tranfer ke rekening Baiq Sartika Pebriaynti senilai Rp 10 juta rupiah atas arahan Dian.

Menurut Olivia, Dian mengaku masih berada di Australia dan berjanji akan mengembalikan uangnya. Hanya saja, hingga hampir dua tahun lebih Dian tetap ingkar janji. Dia bersama sejumlah kawan-kawannya berniat melaporkan Dian ke polisi.

Beberapa di antaranya bahkan sudah menunjuk pengacara untuk selanjutnya menempuh jalur hukum. Kehadiran Olivia yang didampingi ibunya itu mendapat sambutan baik dari aparat Polsek Kediri. Petugas selanjutnya mengarahkan Olivia untuk melaporkan hal itu ke Polda NTB.

“Karena ini diduga melibatkan orang di luar negeri dan korbannya banyak, maka sebaiknya mbaknya melapor ke Polda NTB. Terlebih ini bisa masuk katagori kasus kriminal Internasional mbak,” ujar salah satu petugas jaga di Polsek Kediri.

Terkait itu, Olivia berencana mengajak sejumlah kawan-kawannya yang menjadi korban dugaan penipuan itu untuk melapor ke Polda NTB. Pihak keluarga menaruh harapan besar tuntasnya kasus ini dan mendapat atensi dari pihak Polda NTB. Terlebih saat ini ada Kapolda, Dirreskrimum, serta Dirres PPA dan PPO yang baru.

“Saya berharap kasus dugaan penipuan ini menjadi perhatian khusus Kapolda NTB dan jajarannya karena selain banyak korban dan ini sudah berlangsung lama. Semoga diawal tahun baru ini berbekal semangat dan pimpinan yang baru, pihak Kapolda dan jajarannya bisa lebih serius dan maksimal mengatensi dugaan penipuan berkelas trans internasional ini.,” ujar ibunya Olivia, Nurhayati. (Edy)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *