MATARAM – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, H. Lalu Hardian Irfani, menyatakan optimisme tinggi bahwa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) akan tetap menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028. Meski muncul wacana dari daerah lain, ia menegaskan hingga kini belum ada perubahan status terkait penunjukan kedua provinsi tersebut.
Perjuangan Panjang Sejak 2022
Politisi yang akrab disapa Miq Irfan ini mengingatkan bahwa penunjukan NTB dan NTT merupakan hasil perjuangan panjang yang telah dimulai sejak era kepemimpinan Gubernur TGB. H.M. Zainul Majdi pada tahun 2022. Ia meminta pemerintah pusat tetap konsisten pada komitmen awal.
”Kami tetap optimis NTB dan NTT jadi tuan rumah PON 2028. Ini adalah kesempatan besar bagi daerah untuk membuktikan kesiapan infrastruktur dan prestasi olahraganya,” ujar Miq Irfan kepada awak media di Mataram, Selasa (23/12/2025).
Desak Menpora Terbitkan SK Penetapan
Guna memperkuat kepastian hukum, Komisi X DPR RI mendorong Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) untuk segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) penetapan resmi. Hal ini mendesak karena NTB telah menyelesaikan dokumen Master Plan atau rencana induk yang ditandatangani oleh Gubernur Lalu Muhammad Iqbal pada Juni 2025.
Dokumen tersebut saat ini sudah berada di tangan KONI Pusat dan Kemenpora untuk tahap verifikasi. “Kami butuh SK tersebut sebagai landasan kuat agar persiapan di lapangan bisa berjalan lebih akseleratif,” tambahnya.
Anggaran Rp3,3 Triliun dan Kesiapan Venue
Ketua KONI NTB, H. Mori Hanafi, memaparkan bahwa persiapan PON 2028 diperkirakan menelan biaya sebesar Rp3,3 triliun. Fokus utama anggaran tersebut adalah:
- Rp2 Triliun untuk Venue: Revitalisasi GOR 17 Desember Turida Mataram, renovasi gedung, serta penyewaan fasilitas pendukung.
- Inovasi Fasilitas: Mengingat efisiensi, sejumlah cabang olahraga direncanakan akan menggunakan fasilitas ballroom hotel yang ada di NTB.
Menanggapi adanya wacana Provinsi DKI Jakarta yang juga berminat menjadi tuan rumah, Mori Hanafi menyatakan akan segera memberikan klarifikasi resmi di Jakarta. “Wacana itu sah-sah saja, namun sejauh ini semua masih dalam proses dan kami di NTB-NTT tetap berada pada jalur yang optimis,” tegas Mori.
Dengan rencana induk yang sudah matang dan dukungan legislatif yang kuat, masyarakat NTB dan NTT berharap gelaran olahraga terbesar di Indonesia ini tetap berlangsung di bumi “Gora” dan “Flobamora” pada 2028 mendatang.
