Lombok Tengah | Lombok Fokus – Semangat Hari Santri Nasional 2025 menggema di Kabupaten Lombok Tengah. Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren tumpah ruah dalam perayaan akbar yang digelar serentak di dua lokasi, yakni Yayasan Pondok Pesantren Munirul Arifin NW Praya (YANMU NW Praya) dan Yayasan Pondok Pesantren Manhalul Ma’arif Darek.
Kegiatan ini terselenggara berkat sinergi antara BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah, Pemerintah Daerah (Pemda), dan Forum Komunikasi Silaturahmi Pondok Pesantren (FKSPP) Lombok Tengah. Perayaan ini menjadi bentuk penghargaan terhadap peran penting santri dalam menjaga nilai keagamaan, kebangsaan, dan moralitas masyarakat.
Di lokasi pertama, YANMU NW Praya, apel Hari Santri Nasional berlangsung khidmat dengan Ketua DPRD Lombok Tengah, H. L. Ramdan, sebagai inspektur upacara. Hadir pula Pimpinan Ponpes YANMU NW Praya, Prof. Dr. TGH. Zainal Arifin Munir, Ketua TP PKK Lombok Tengah Hj. Baiq Nurul Aini Pathul Bahri, serta sejumlah pimpinan OPD dan tokoh agama.
Sementara itu, di Ponpes Manhalul Ma’arif Darek, upacara dipimpin oleh Asisten II Setda Lombok Tengah, H. Lendek Jayadi, dan dihadiri oleh Ketua BAZNAS Lombok Tengah TGH. Ma’arif Makmun Diranse, Wakil Ketua I BAZNAS TGH. Lalu Mala Syar’i, Wakil Ketua IV Ustadz Sapoan, serta perwakilan dari Rutan Kelas II B Praya, Kejaksaan Negeri Praya, camat, kepala OPD, dan pimpinan pondok pesantren lainnya.
Puncak acara ditandai dengan penyaluran santunan kepada 714 santri berprestasi dari berbagai pesantren di Lombok Tengah. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp 355 juta, bersumber dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat yang dikelola oleh BAZNAS Lombok Tengah.
Wakil Ketua I BAZNAS Lombok Tengah, TGH. Lalu Mala Syar’i, menyampaikan bahwa santunan tersebut bukan sekadar bentuk bantuan finansial, tetapi juga simbol kepedulian terhadap masa depan pendidikan Islam di Lombok Tengah.
“Kami ingin memastikan bahwa zakat masyarakat benar-benar kembali kepada umat, terutama untuk pemberdayaan di bidang pendidikan pesantren. Santri adalah aset bangsa mereka harus kuat dalam ilmu, iman, dan akhlak,” ujar TGH. Lalu Mala Syar’i usai penyerahan santunan di Ponpes Manhalul Ma’arif Darek, Rabu (22/10/2025).
Ia menegaskan, Hari Santri Nasional harus menjadi momentum bagi para santri untuk meningkatkan kapasitas dan peran di berbagai bidang kehidupan.
“Santri dan pesantren harus mempersiapkan diri untuk mengisi ruang kosong di setiap posisi strategis, baik dalam pengabdian kepada masyarakat maupun dalam tata kelola pemerintahan. Sudah saatnya santri tampil, tidak hanya di mimbar dakwah, tapi juga di ruang-ruang kebijakan dan pelayanan publik,” tambahnya.
Perayaan ditutup dengan pertunjukan seni dari para santri, mulai dari tarian, shalawat, hingga puisi religi. Suasana penuh kebahagiaan itu menjadi simbol semangat juang santri dalam menjaga nilai-nilai Islam dan kebangsaan.
Perayaan Hari Santri Nasional 2025 di Lombok Tengah bukan hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga bukti nyata komitmen BAZNAS, Pemda, dan FKSPP Lombok Tengah dalam memperkuat pendidikan agama dan kesejahteraan santri.
