Mataram-Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Nusa Tenggara Barat (NTB) Haerunnisa menegaskan tidak ada dualisme kepemimpinan KNPI di NTB. Menurutnya, kepengurusan DPD KNPI NTB yang sah berada di bawah kepemimpinannya.
“Tidak ada dualisme kepemimpinan KNPI di NTB. Ini berlandaskan hasil Kongres Luar Biasa KNPI di Surabaya. Dalam Kongres Luar Biasa tersebut memutuskan pemberhentian Ali Hanafia sebagai Ketua Umum KNPI dan memilih Saad Budiman Lubis sebagai Ketua Umum KNPI periode 2026 – 2029,” ujar Haerunnisa kepada wartawan di Mataram Senin (12/1/2026).
Dia menjelaskan kepengurusan DPD KNPI NTB tersebut mengacu pada sejumlah dokumen resmi baik legalisasi Dirjen Haki Kementerian Hukum dan HAM RI, SK Kemenkumham, NPWP, dan sebagainya. Dengan begitu, pihaknya menyatakan tidak khawatir menjalankan roda organisasi.
Tidak hanya itu, dia juga optimistis kepemimpinan KNPI NTB didukung penuh oleh pemerintahan Gubernur Lalu Muhammad Iqbal dan Indah Damayanti Putri. “Kami segera menggelar pelantikan pengurus untuk selanjutnya mendukung program pemerintah Iqbal – Dinda menuju NTB makmur mendunia,” paparnya.
Sekretaris DPD KNPI NTB Ardiansyah mengatakan terbentuknya kepengurusan KNPI NTB tersebut mengakhiri berbagai persoalan internal KNPI NTB. Dia berkomitmen untuk membangun komunikasi dengan semua elemen. Tidak terkecuali organisasi kepemudaan di NTB.
Meski begitu, pihaknya tetap akan menjaga kondusifitas daerah. Adapun untuk sekretariat DPD KNPI NTB pihaknya akan mencari tempat lain. Tidak memaksakan diri berkantor di Jalan Pemuda Mataram.
“Nanti kita cari sendiri karena nantinya ada semangat mempersatukan KNPI oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga,” tegasnya.
